Aksi Qurban Sehat Indonesia (AQSI)

Prinsip Dasar Penanganan Qurban yang Higienis

ILUSTRASI

Dalam kegiatan pemotongan hewan qurban, ada situasi di mana orang yang menyembelih, juga melakukan pengulitan, sekaligus melakukan penanganan daging.

TANGGAPAN

Bismillaah..

*Mohon beribu maaf,*

Saya yang FAKIR ilmu ini ijin berkomentar sebagai bentuk ungkapan kepedulian.

Terkait ALUR PROSES penanganan daging yang saya pahami dan selalu kita pegang teguh..

Pekerjaan:
– Menyembelih
– Menguliti
– Memisahkan daging dari tulang

Adalah pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan secara TERPISAH yaitu pada :
– orang yang bertugas
– alat yang digunakan
– area dimana pekerjaan tersebut dilakukan

Ini adalah PRINSIP DASAR…
Dilakukan dengan maksud untuk mencegah kontaminasi pada daging.

Karena pekerjaan-pekerjaan tersebut sebagian ada di area kotor dan sebagian lagi ada yang di area bersih.

Jika pekerjaan di area kotor dan area bersih dilakukan sekaligus oleh orang, alat, dan area yang sama, SANGAT BERISIKO TERJADI KONTAMINASI KUMAN yang dapat dengan cepat mengubah kualitas daging dan dapat membahayakan kesehatan.

Pada konteks ini, kita mungkin bisa memastikan aspek Utuh dan Halalnya, namun secara prosedur kita tidak bisa memastikan aspek AMAN dan SEHAT.

Dengan demikian standar ASUH (Aman Sehat Utuh Halal) yang selama ini kita perjuangkan untuk dicapai, sangat riskan untuk tidak dipenuhi.

Saya sudah melihat secara langsung dengan mata dan kepala saya sendiri..

Ada kegiatan pemotongan, dimana dalam rangkaian kegiatan tersebut ada petugas yang melakukan pekerjaan di area kotor dan bersih sekaligus, hasilnya daging yang diterima sudah jauh turun kualitasnya akibat kontaminasi kuman pada daging.

Ini bisa kita perhatikan dari bau daging yang sudah berubah, berlendir, dan parameter ini secara umum adalah ciri khas dari efek pertumbuhan kuman pada daging.

*Mohon berjuta maaf..*

Sebaiknya dalam qurban kita tetap mengedepankan TEAM WORK, dapat berbagi tugas di masing-masing lini pekerjaan, dengan personal, alat, dan areanya masing-masing.

Itu artinya juga berbagi pahala, dengan MEMBERIKAN KESEMPATAN pada orang lain untuk berkontribusi dengan sebaik-baiknya, pada lini pekerjaannya masing-masing.

*Mohon bermilyar maaf…*

Sungguh, dalam hati ini selalu berharap agar QURBAN kita jauh lebih baik dari tahun ke tahun.

Qurban yang menerapkan kaidah :
– kesejahteraan hewan (Ihsan)
– syariat Islam (Halal)
– kesehatan masyarakat Veteriner (Thoyyib)

Dan itu.. Sudah ada standarnya, tinggal kita laksanakan saja.

*Mohon bertrilyun maaf…*

Saya sudah melihat berita tentang kejadian keracunan daging qurban yang terjadi di masyarakat.

Kiranya, ini bisa menjadi pelajaran untuk makin berbenah terkait alur proses pekerjaan qurban yang Insya Allah, akan kita lakukan di tahun depan.

Akhir kata..

*Mohon maaf yang tak terhingga…*

DokWik @2025